"Dimanakah aku ini"

Akupun bertanya kepada bayangan di depan pertigaan.

Dimana aku dapat mencapai moksa?
Dan ternyata semua itu bohong.

Aku tau itu bohong dan aku tetap melakukanya.
Bukan karena bodoh tapi karena hati yang egois dan tak ingin di bohongi.

Suara nada dan hiruk pikuk kelelahan kotapun semakin memudar disaat sang jingga menghilang.

Akupun tersadar,akhirnya semua belum usai dan aku masih terperangkap dalam lingkup yang berlendir di tengah penyakit.

Sang ibu pun datang dengan muka setengah tiang menangkapku dan akhirnya kisahku berbahagia.

Komentar

Postingan Populer