"Gelapku dan raut"

Sepasang raut muka terpaku menatapku dalam disini,dan ular yang melingkar berwarna entah apa juga disaat sisiknya yang penuh imaji.

Aku tak tau harus ke kanan atau menyimpan ini sendiri.

Di dalam penjara biruku mengurung diri.
Terkadang biru menjadi hitam.
Terkadang biru menjadi jingga.
Terkadang biru menjadi Indah.

Dan terkadang biru terasa mencekam seperti senja saat ia terbahak dan tertelan dusta.
Aku tak tahu siapa ia sebenarnya?
Mungkin "hanya" akulah yang tak tahu.

Komentar

Postingan Populer