"Hatiku hancur"
Dan entah mengapa aku merasa terbiasa dengan suara itu.
Seperti gembala yang jatuh di tempat yang sama.
Dan sampai aku merasa ada tiga pasang mata menatapku dan mereka hanya menatap.
Menatap ke arah rodaku,menatap kearah sangkarku,dan menatap ke arah dewa yang bisa mencipta segala untuku.
Akhirnya,aku sadar akulah yang harusnya menatap.
Komentar
Posting Komentar