"Ujian dan si bintang september"

Saatku pertama melihat Bintang di bulan September, rasanya sangat asing dan rancu.

Kerancuan itu membuatku merasa terbiasa menikmatinya.

Akhirnya akupun terkena buaianya.

Buaianya yang inspiratif dan membuat membara layaknya "Bintang" terbesar di jagadraya.

Dia mengajari kami tentang bagaimana cara membunuh suatu masalah dalam keadaan sekarat.

Pasti ada celah dalam suatu rumus untuk membunuh.

Walaupun tak ada yang aku bisa lakukan, si Bintang September ini tetap menerangi titik gelap dalam caraku hidup ini.

Dan sampailah pada suatu tragedi yang memuakan.

Ya, tragedi ini bernama "UJIAN"

Bangsatnya ujian membutakanku untuk berbuat "salah" lagi.

Dan sialnya lagi-lagi si Bintang September menjadi buaianku, akupun tak tau harus berkata apa.

Dari A sampai E aku hanya berdoa agar aku selamat atas ujian ini.

Seketika Ujianpun pergi. Entah ada angin apa atau memang Tuhan mendengar bisikanku tentang bangsatnya si ujian.

Akupun menyadari arti dari adanya si Bintang September ini, bukanya aku berlagak religius,tetapi sedikit aku mengerti.

Tuhan memberiku ujian agar aku bisa lebih mengenal si Bintang September.

Bahkan sampai di titik ini aku masih sering memikirkan tentang kebaikan dan tuah yang dia berikan kepadaku sampai sajak-sajak ini takbisa berhenti menuliskan tentangnya.

Beruntungnya aku, Tuhan memberiku sebuah Bintang yang tidak semua orang miliki.

Mungkin.

Dan setiap aku berbisik dimalam hari,akupun hampir selalu memikirkan kejihatanmu, Bukan memuja si Bintang, tapi masalah moral.

Bagaimana bisa aku bisa membalas kebaikanmu yang sebanyak ini ?
Bukanya aku terobsesi terhadapmu, tapi apakah aku pantas ?
Dimana gelapku yang kau curi selama ini ?
Apakah kau tidak merasa malu ?
Aku si bongkahan hitam bersama si bintang menjadi satu dan apa kata mereka?
Sekali lagi bukan memuja, aku hanya ingin membalas arogansi moralmu yang baik apakah mereka mengerti?

"Yasudahlah kita anggap semua ini adalah rasa dan hubungan manusia" katanya.

Asal kau tahu, aku tak bisa seperti ini.

Akan kubalas semuanya dengan moral,aku berjanji dari darah hitam untuk darah bersinarmu seperti apa yang kau ajarkan.

Komentar

Postingan Populer